Wisata Unik Budaya Badui di Banten

Di konservasi kebudayaan Baduy, anda bisa mempelajari keunikan suku yang tertutup ini. Belajar bagaimana mereka berdamai dengan alam!

Indonesia memang terkenal dengan tujuan wisata yang menyajikan pemandangan alam yang indah. Akan tetapi destinasi wisata tidak hanya tentang keindahan alam, namun anda juga bisa belajar tentang kebudayaan penduduk lokal Indonesia. Seperti yang anda ketahui, nusantara terdiri berbagai macam suku, diantara suku-suku tersebut, masih ada beberapa suku yang tetap mempertahan originalitas mereka. Salah satu suku yang tetap menjaga tradisi mereka adalah suku Badui. Nah jika anda berkunjung ke Banten, jangan lupa untuk mampir ke konservasi kebudayaan Badui. Ada apa disana?

Konservasi kebudayaan Badui memang tempat yang sangat pas untuk belajar suku yang unik. Suku Badui di Banten adalah suku yang benar-benar unik dan tertutup. Untuk sampai kesana, anda bisa melalui jalan desa 10 km dari baik Cibolegar atau desa Cibungur di daerah Leuwidamar. Anda harus jalan dari Rangkasbitung yang curam sepanjang 50 km. Mereka adalah sekumpulan dari 2000 hingga 4000 orang Sunda yang tinggal di 27 desa di selatan pegunungan Rangkasbitung.

Suku Badui di Banten benar-benar mencoba menjaga tradisi mereka. Mereka berperang melawan upaya dari pemerintah Indonesia untuk membuat mereka menjadi bagian dari dunia modern. Baru-baru ini mereka memenangkan perjuangan melawan sekolah Barat di daerah mereka. Budaya mereka sangat mengesankan, meski tak mudah untuk dipelajari. Apalagi, tidak semua desa bisa dikunjungi, hanya 3 desa yang bisa dikunjungi, yaitu Leuwidamar, Lebak dan Kadukatug. Selain itu untuk masuk ke konservasi kebudayaan Badui juga tidak mudah. Anda harus mendapatkan ijin tertulis dari Kantor Kabupaten Rangkasbitung menyatakan tujuan kunjungan anda, dan biasanya prosesnya memakan waktu 1 minggu.

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan jika anda hendak pergi kesana. Pertama, anda tidak boleh bepergian dalam satu kelompok yang lebih dari 8 orang. Selain itu, anda harus menjaga sikap anda. Bawalah makanan dan hadiah serta sediakan uang yang cukup. Dengan memperhatikan hal itu, anda barus bisa diterima sebagai tamu disana oleh suku Badui.

Namun, ada waktu tertentu dimana konservasi kebudayaan Badui tertutup bagi luar. Anda tidak bisa berkunjung ke suku Badui pada bulan April dan Mei. Karena pada bulan tersebut, mereka biasanya menggelar upacara khusus yang disebut upacar Seba. Itu adalah upacara persembahan hasil pertanian mereka kepada pemerintah (bupati, wakil bupati, dll). Pada saat ini, Badui dalam akan mengirimkan perwakilannya dan mengajak Badui luar sebagai juru bicaranya. Saat mengantarkan persembahan, mereka akan berjalan kaki (dengan jarak hingga 150 km).

Nah, itu tadi sedikit informasi tentang konservasi kebudayaan Badui di Banten. Selain belajar tentang keunikan kebudayaan suku Badui, anda juga bisa menikmati kealamaian pemandangan alam disana, hal ini dikarenakan baik kebudayaan maupun alam disana masih tak terjamah tangan asing. Nah, apa anda tertarik berkunjung kesana?

Silahkan tinggalkan komentar, sewaktu-waktu nama anda akan diundi memenangkan hadiah!